Apa yang diperlukan untuk melakukan inovasi? Salah satu jawaban yang terpenting untuk pertanyaan tersebut adalah militansi (baca: kegigihan). Dengan militansi kita dapat mewujudkan apa yang orang lain tafsirkan dengan kata susah, tidak mungkin, mustahil dan sejenisnya.
Bayangkan, jika anda adalah pimpinan dari sebuah organisasi yang telah mapan dan bergerak di bidang non for profit selama 10 atau 15 tahun. Pada suatu hari ada sekelompok orang yang setelah beberapa lama tidak bersinggungan dengan pelayanan yang anda berikan kembali membutuhkan pelayanan anda kemudian mengeluh, “Mengapa tidak ada inovasi dalam pelayanan anda?” atau “Masih seperti yang dulu, gak ada perubahan.” atau “Kenapa belum tersedia fasilitas X, padahal tempat lain sudah menyediakan fasilitas tersebut 5 tahun lalu.” dan lain sebagainya…..
Anda adalah inovator (walaupun kurang responsif) jika langsung mengatakan “OK, Saya akan sediakan fasilitas tersebut M minggu lagi.” Tetapi yang sering terjadi adalah Anda akan menanggapi keluhan orang-orang baru tersebut sebagai sesuatu omongkosong yang tidak mungkin dilakukan.
Secara tidak sadar, kita cenderung defensif dengan ide-ide baru dan mempertahankan kebiasaan yang telah lama kita ikuti. Lama – kelamaan akan tercipta pola berulang yang akan mematikan kreatifitas kita berinovasi.
Itulah yang saat ini kami coba buktikan!!!
Lima bulan lalu, ketika kembali ke STAN untuk belajar lebih banyak ada sedikit kekecewaan karena tidak ada perubahan signifikan dalam bidang akademis dan fasilitas. Berangkat dari kekecewaan yang sama dan semangat berbagi (to share) akhirnya bersama beberapa teman sepemikiran berinisiatif membuat program yang bisa menularkan semangat to share tadi. Akhirnya diputuskan untuk menularkan semangat tersebut harus dilandasi semangat yang lain yaitu semangat berhubungan (to connect). Kemudian tercetuslah program untuk membuat free wireless internet access untuk seluruh mahasiswa dengan menyediakan hotspot internet access di lingkungan kampus.
Kekecewaan hanya akan jadi kekecewaan jika tidak ada tindak lanjut, maka disusunlah proposal, dilakukanlah diskusi, dimintalah pendapat. Kesimpulan dari semua hal tersebut, hal ini sulit dilakukan. Semangatpun mulai kendor. Kenapa? Karena dana yang dibutuhkan sangat besar dan kurangnya dukungan dari pihak terkait.
Setelah berproses beberapa bulan, uji coba hotspot internet access dapat dinikmati oleh mahasiswa dan pegawai STAN. Plasa Mahasiswa, Gedung G, Gedung P dan Gedung F adalah beberapa tempat yang terjangkau layanan tersebut.
Hal ini membuktikan apa yang Anda bilang impossible kami membuatnya menjadi
do-able. Yang anda butuhkan untuk bisa melakukan inovasi adalah sedikit pemikiran freedom from the known (J. Krisnamurti) dan banyak militansi.
Dengan segala macam usaha, dukungan dan bantuan, langkah kecil untuk mewujudkan semangat to share terwujud.
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment





No Comments