Mengamati perkembangan adanya sekumpulan mahasiswa yang menggarap proyek Komunitas Ali Wardana (belum jadi nama resmi) di kampus STAN yang menyediakan internet hotspot, mirip iklan salah satu sabun mandi yang menggambarkan ketika ada kaleng bekas di jalanan orang-orang cuma bisa komentar harus begini dan harus begitu, tanpa mau mulai berbuat.

Saya yakin banyak mahasiswa STAN yang belum bergabung menggarap proyek Komunitas Ali Wardana sebetulnya lebih mampu dari pada yang melaksanakan (LPM dan STANic), banyak mahasiswa pelaksana proyek yang tidak memiliki komputer portabel, sehingga baru bisa menikmati apa yang mereka lakukan untuk kampus ini kalo ada notebook pinjaman. Yang saya prihatinkan, mahasiswa yang notabene lebih mampu (memiliki notebook) yang belum tergerak untuk memberikan kontribusi dalam proyek ini cuma bisa mengeluh.

Banyak mahasiswa pengguna mengeluhkan koneksi yang lambat, ada pembatasan download melalui proxy server, ada websites yang di blok, lingkup jaringan yang terbatas dan lain sebagainya. Sesungguhnya pelaksanan proyek sudah berusaha sekuat tenaga agar hal-hal tersebut tidak terjadi, tapi kami pun memiliki keterbatasan baik dan maupun sumber daya lainnya.

Jadi, kalau ingin memiliki koneksi lebih luas, cepat dan berkualitas jadilah kontributor aliwardana. Caranya, tinggal hubungi temen-temen di STANic (Yogi dan Ananta) trus berikan apa yang bisa anda berikan tanpa paksaan.


1 Comment(s)

By mas adis on 18 June 2007

wah di STAN ada hotspot ya?keyyyeeeen……jadi pengen cepet2 balik ke situ…….

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment