Hangga Surya Prayoga
CSR, Bisnis, Pajak
8 Comments

Taat Pajak, Wujud Kepedulian Sosial

Berawal dari diskusi antara Bang Rudi (seorang kawan yang menganggap CSR hanyalah omong kosong), Kobo (seorang aktivis pencinta alam, pendukung setia CSR) dan Saya (seorang pendengar yang baik, yang harus ada untuk mencegah terjadinya pertumpahan darah). Diskusi awalnya membahas kepatuhan pajak (secara, tanggal 31 Maret adalah batas waktu penyampaian SPT) kemudian menjadi spesifik apakah perusahaan yang menjalankan aktivitas CSR dan melaporkannya sudah memenuhi kewajiban perpajakannya dengan baik (tergolong sebagai Wajib Pajak patuh)?

Apakah Kerangka Kerja Pelaporan CSR Mencantumkan Kepatuhan Pajak?

Pertanyaannya masih mudah dijawab. Ya, contohnya G3 dari GRI. Indicator Protocol EC1 membahas tentang direct economic value and distributed.

Komponen dari EC1 adalah:

  • Direct economic value generated
  • Pendapatan (revenue), penjualan bersih ditambah penghasilan dari investasi keuangan dan penjualan aset. Read more

## Ads ##
Hangga Surya Prayoga
CSR
2 Comments

Ketika ROI tak Lagi Memuaskan…

Sebagaimana kita ketahui, salah satu cara untuk menghitung perkembangan usaha/ bisnis sebuah korporasi adalah ROI. ROI digunakan untuk mengetahui berapa besar rasio nilai uang yang diperoleh dari sebuah investasi dibandingkan dengan nilai uang yang ditanamkan untuk investasi tersebut.

Namun, saat ini sedang terjadi perubahan besar yang (sepertinya) kemudian menjadi mainstream global tentang bagaimana sebaiknya korporasi menjalankan bisnis. Sebuah survei yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit (kelompok dari Mingguan The Economist) menunjukkan bahwa dari 1.122 responden dalam survey global online yang dilakukannya hanya 3,8% yang menyatakan bahwa CSR adalah sebuah tindakan korporasi yang “waste of time and money”. Read more

Hangga Surya Prayoga
CSR
27 Comments

CSR: Sekilas Sejarah dan Konsep

Siapa yang melupakan sejarah pasti akan mengulangi kejadian dalam sejarah tersebut. Pesan untuk tidak melupakan sejarah juga sering diungkapkan oleh Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia. Oleh karena itu kita membutuhkan komposisi yang sempurna antara ide baru untuk melangkah ke masa depan dengan kebijaksanaan yang telah kita pelajari dari orang-orang terdahulu.

Tanggung Jawab Sosial Korporasi (Corporate Social Responsibility) telah menjadi pemikiran para pembuat kebijakan sejak lama. Bahkan dalam Kode Hammurabi (1700-an SM) yang berisi 282 hukum telah memuat sanksi bagi para pengusaha yang lalai dalam menjaga kenyamanan warga atau menyebabkan kematian bagi pelanggannya. Dalam Kode Hammurabi disebutkan bahwa hukuman mati diberikan kepada orang-orang yang menyalahgunakan ijin penjualan minuman, pelayanan yang buruk dan melakukan pembangunan gedung di bawah standar sehingga menyebabkan kematian orang lain.

Perhatian para pembuat kebijakan terhadap CSR menunjukkan telah adanya kesadaran bahwa terdapat potensi timbulnya dampak buruk dari kegiatan usaha. Dampak buruk tersebut tentunya harus direduksi sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan kemaslahatan masyarakat sekaligus tetap ramah terhadap iklim usaha. Read more

Hangga Surya Prayoga
STAN
8 Comments

Selamat Berkarya Para Calon Pemimpin Bangsa

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara akan melaksanakan acara wisuda para lulusannya untuk tahun 2007 di Jakarta Convention Center tanggal 12 September nanti. Satu tantangan terlewati. STAN telah menggembleng dengan sedemikian rupa para mahasiswanya agar siap mengemban tugas pelayanan publik. Kebanggaan yang mungkin cuma bisa digambarkan dengan sempurna lewat Lagu “Gaudeamus Igitur”.
Read more

Hangga Surya Prayoga
Ekonomi, Bisnis, Sosial
4 Comments

Greenwashing a la Danone?

Greenwash adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan perusahaan, pemerintah atau organisasi lainnya yang mengiklankan praktik lingkungan yang baik tetapi bertindak sebaliknya dalam menjalankan kegiatan usaha. Istilah tersebut juga digunakan ketika jumlah sumberdaya perusahaan yang digunakan untuk beriklan lebih besar daripada yang digunakan untuk melakukan tindakan nyata. Hal tersebut dapat dilihat dari perusahaan yang mengubah kemasan atau merek agar terlihat lebih ramah lingkungan (sosial maupun alam). Greenwash biasanya dilakukan oleh perusahaan yang mengeksplorasi Sumber Daya Alam/penambangan. (wikipedia) Read more

Hangga Surya Prayoga
Sosial
3 Comments

Gaji Guru Dimasukkan Dalam Anggaran Pendidikan Nasional = Pembodohan

Usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk memasukkan gaji guru dalam komponen anggaran pendidikan dengan alasan agar terjadi harmonisasi antara kenaikan anggaran pendidikan dan kesejahteraan guru (antara) merupakan sebuah pembodohan. Pemerintah terkesan memaksakan memenuhi ketentuan bahwa 20% dana APBN harus digunakan untuk dana pendidikan. Akibat dari dimasukkannya gaji guru dalam komponen anggaran pendidikan adalah semakin menyusutnya dana yang bisa digunakan untuk memperbaiki kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan.

Alasan pertama ketidaksetujuan saya atas niatan pemerintah tersebut adalah, kedudukan guru sebagai pelayan publik sama dengan PNS pada umumnya. Oleh karena itu masalah kesejahteraan (baca: gaji) yang diperoleh sama dengan PNS lainnya. Hal ini dikarenakan peraturan mengenai gaji PNS telah ditentukan oleh pemerintah. Jika pemerintah menaikkan gaji PNS pasti gaji guru pun akan ikut naik. Alasan tersebut menunjukkan tidak adanya hubungan yang jelas antara kenaikan gaji guru dengan kenaikan anggaran pendidikan. Read more

Hangga Surya Prayoga
STAN
2 Comments

Libur Berkreasi??

Kampus Aliwardhana lagi bener-bener sepi hari ini. Gak ada mahasiswa yang nongkrong di Plasma ngobrolin kegiatan kemahasiswaan atau cuma sekedar makan-minum. Gak ada pedagang makanan yang buka selain Akang Suwita, semuanya tutup. Aktivitas sedikit terlihat di posko Stapala, yan baru baru ini mengirimkan tim untuk melakukan ekspedisi ke Lauser. (Moga berhasil dan selamat kembali ke Jakarta).

Bulan-bulan ini sepertinya memang musim paceklik bagi para pedagang di Kampus Plat Merah ini. Mahasiswa D3 reguler tingkat 1 dan 2 telah selesai menjalankan UAS dan tinggal menunggu pengumuman kenaikan tingkat. Berhubung banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar Banten, sebagian besar dari mereka memanfaatkan saat-saat seperti ini untuk liburan.  Read more

Hangga Surya Prayoga
Investasi, Ekonomi, Bisnis
No Comments

Cantiknya Si SRI

Socially Responsible Investing (SRI) lahir dari pemikiran bahwa setiap investasi yang kita buat dapat membantu mewujudkan dunia yang lebih baik sesuai impian kita. Dengan menyatukan nilai-nilai pribadi dan keputusan berinvestasi yang bertanggung jawab, SRI memungkinkan investor memperoleh keuntungan investasi dengan tidak melupakan tanggung jawab sosial.

Praktik ini sudah marak berlangsung di negara-negara maju di Eropa dan Amerika. Performa SRI di Amerika telah terbukti mengalahkan performa jenis investasi lainnya bahkan pada saat krisis 911 sekalipun. Strategi utama yang dilakukan untuk melakukan SRI adalah: Read more

Hangga Surya Prayoga
Sosial, STAN
2 Comments

Obituari: Civitas Online

15 Agustus 2007, tepat dua hari sebelum perayaan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Admin Civitas Online (siapa ya???) memutuskan untuk “membunuh” e-magazine kampus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Penyebabnya sangat sepele, pengurus aktif Media Center (penerbit majalah Civitas dan pengelola Civitas Online) tidak serius mengelola situs tersebut. Sehingga pengelolaan situs tersebut masih saja dipegang oleh pengurus-pengurus lama yang sudah lulus dan bukan mahasiswa lagi. Padahal Civitas dan Civitas Online adalah media mahasiswa. Maka sudah seharusnyalah mahasiswa yang mengelolanya. Read more

Hangga Surya Prayoga
Resensi Buku
1 Comment

Mimpi Anak Jadi Naga

Mimpi Anak Jadi Naga Kangen sama Miqdad, Naga Kecilku yang terpaksa ditinggal di kampung halaman orang tuanya, karena orang tuanya ingin menggapai mimpi menjadi Naga. Akhirnya, jalan-jalan ke toko buku, eh…. nemu bukunya Joseph Landri yang judulnya Mimpi Anak Jadi Naga terbitan Gramedia.

Buku bersampul putih dengan gambar naga berwarna merah tersebut berisi bagaimana seharusnya orangtua mengenali dan mengelola potensi buah hati kebanggaanya. Dengan gaya penulisan tidak menggurui dan memberikan contoh-contoh dari kehidupan nyata, buku ini membuat saya berpikir sudahkah saya menjadi orang tua yang tidak memaksakan mimpi masa kecil yang dimiliki kepada Sang Jagoan.

Dibuka dengan sebuah renungan akan norma nilai yang berlaku di masyarakat atas baik, buruk, pintar bodoh, kaya miskin dan sejenisnya masih tetap berlaku di masyarakat. Penilaian yang diberikan masyarakat kepada orang-orang yang bernasib buruk atau tidak mau merubah nasib buruk yang menimpanya tetap tidak berubah sejak zaman dahulu.

Salah satu nilai yang dapat diambil dari buku ini adalah apapun jadinya seseorang di kedian hari, yang penting ia harus menjalani hidup dengan baik, benar, berarti dan sesuai dengan jalan yang ia sukai.

Bukan promosi, tapi buku ini very inspiring.